Truth, cry and lie

Just Be Green_

Torres Senjata Baru Liverpool

Posted by kumiang on March 12, 2008

MILAN – Fernando Torres kembali menjadi penyelamat Liverpool, setelah gol satu-satunya El Nino pada leg 2 babak 16 besar Liga Champions membuat The Reds menang 1-0 (agregat 3-0) atas Inter Milan. Sang Pelatih Rafael Benitez pun memuji penampilan Torres tersebut.

Seperti halnya pada leg 1, kali ini Inter harus kembali bermain dengan 10 orang setelah secara kontroversial Nicolas Burdisso memperoleh kartu kuning kedua di menit ke-50 yang artinya dia harus keluar lapangan.

Namun, perubahan jelas terlihat dari penampilan Liverpool. Jika beberapa tahun terakhir The Reds selalu mengandalkan seorang Steven Gerrard, maka peran sang kapten sudah mulai ada yang menggantikan. Dia adalah bomber yang digaet dari Atletico Madrid Fernando Torres.

Terbukti, hingga kini Torres sudah mengoleksi 26 gol di seluruh kompetisi bersama Liverpool musim ini. Benitez yakin pemain asal Spanyol itu tidak akan berhenti mencetak gol. “Kami memiliki kepercayaan kepada Torres. Dia merupakan ancama buat semua pemain belakangan lawan dan itu sudah jelas,” tegas mantan pelatih Valencia itu sebagaimana dikutip Goal, Rabu (12/3/2008).

“Kami sangat senang karena dia dapat beradaptasi dengan cirri khas Premiere League dan kami menunggu dia untuk terus mencetak gol. Sebenarnya 26 gol yang dibuat Torres sudah bagus, tapi dia bisa mencetak gol lebih dari itu, dia merupakan pemain yang memiliki mental dan ingin meningkatkan permainan setiap harinya,” tandasnya.

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Jepang Investigasi iPod Apple

Posted by kumiang on March 12, 2008

Jepang saat ini tengah melakukan investasi atas kemungkinan terjadinya cacat atau kerusakan pada produk iPod keluaran Apple Inc. Hal ini menyusul laporan terjadinya ledakan setelah dilakukan isi ulang baterai.Seorang pejabat di kementerian ekonomi Jepang seperti dikutip dari Associated Press (AP), Rabu (12/3/2008), menyebutkan produk yang bermasalah itu adalah baterai lithium yang dipasangkan pada iPod Nano, dengan nomor model MA099J/A.

Masalah ini diketahui pada Januari silam di Provinsi Kanagawa yang kemudian dilaporkan oleh pihak Apple ke kementerian ekonomi pada Maret ini. Tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam kejadian itu. Hingga kini pihak Apple belum memberikan keterangan apapun menyusul pernyataan pemerintah Jepang itu.

Pihak kementerian ekonomi meminta Apple untuk menyelidiki sebab musabab terjadinya ledakan itu dan kemudian melaporkan ke pemerintah. Pihak kementerian ekonomi menyebutkan setidaknya ada 425 ribu iPod yang telah dikirimkan ke Jepang akan dilakukan penelitian. Sayangnya tidak ada data akurat mengenai jumlah yang masih di toko dan yang sudah di tangan konsumen.

“Pengiriman iPod itu pada September 2005 dan kemudian dilanjutkan setelah September 2006,” ujar Menteri Ekonomi Jepang.

Posted in Technology | Leave a Comment »

Rano Karno

Posted by kumiang on March 12, 2008

Kunci Sukses: Cintai Pekerjaan dan Terus Belajar

Anak betawi ketinggalan zaman, katenye“. Apakah Anda masih ingat penggalan soundtrack sinetron ini? Ya, ini adalah penggalan lagu sinetron Si Doel Anak Betawi. Sinetron berlatar belakang keluarga Betawi ini sempat menyedot perhatian pemirsa televisi beberapa tahun lalu.

Berjuta masyarakat Indonesia seakan terhipnotis dengan tayangan ini. Pantas saja jika sinetron ini terus diputar bergantian di berbagai stasiun televisi. Bahkan, tidak puas dengan satu versi, sinetron tersebut dibuat hingga enam versi.

Rano Karno adalah sutradara sekaligus pemain dalam sinetron ini. Dia sengaja membuat sinetron dengan tujuan untuk mengangkat citra betawi yang selama ini buruk. Sejak saat itulah nama Rano Karno kembali berkibar. Sebelumnya, Rano juga berakting dalam film Si Doel Anak Betawi (1972) karya Sjumandjaja yang diangkat dari cerita aman Datoek Madjoindo. Sejak saat itu, cikal bakal kesuksesan Rano di dunia perfilman kian bersinar.

Padahal, pemeran pemilik tahi lalat di dagu kiri ini mengaku, perjalanan membuat sinetron tidak semudah yang dibayangkan. Berbagai penolakan kerap menjadi santapan artis kawakan ini.

“Namun, saat saya diberikan kesempatan untuk membuktikan diri, tidak akan saya sia-siakan. Akhirnya, setelah kita bisa membuktikan, orang baru percaya bahwa kita bisa melakukannya. Itu adalah hal yang lumrah dalam dunia perfilman,” ungkap penerima penghargaan Tokoh Televisi 1995 ini.

Pria kelahiran 8 Oktober 1960 ini mengaku bangga atas prestasi yang diraihnya. Bahkan, dengan terjun di dunia sinema membuat dirinya mengerti bahwa ini adalah jalan hidup yang harus dijalaninya.

“Sehingga, saya harus terus meyakinkan diri untuk mencintai pekerjaan ini. Kalau tidak ada kecintaan di dunia film ini, saya yakin tidak akan bertahan lama,” ujar pemain terbaik FFI 1980 ini.

Selama 37 tahun bergelut dalam dunia keartisan, banyak suka maupun duka yang dialami Rano. Namun, pengalaman yang berkesan baginya adalah bisa mengenal artis-artis senior yang dahulu berjaya.

“Saya bisa bermain dengan Bing Slamet, Pak Kuncung, Mak Uwok. Bahkan, bisa mendapat pengalaman berharga dari sutradara terbaik seperti Sjumandjaja. Hal itulah yang tidak bisa saya lupakan, mereka adalah guru dalam hidup saya,”kenang Direktur Utama PT Karnos Film ini.

Maraknya peredaran film maupun sinetron yang tidak sesuai dengan budaya timur, membuat mantan anggota MPR tahun 2002-2007 ini geleng kepala. Dia mengaku sangat prihatin dengan perkembangan perfilman sekarang ini.

“Beberapa waktu lalu saya ke Bandung. Kemudian ada seorang bertanya kepada saya. Bang, apakah anak-anak sekolah di Jakarta seperti di film atau sinetron? Saya jadi sedih, kita harus punya tanggung jawab atas tontonan yang kita tampilkan,”cetus pemain Anak terbaik FFI tahun 1974.

Rano berpesan, dalam dunia seni tidak cukup hanya dengan bermodal ganteng, cakep, seksi. Namun, bagaimana seseorang dapat menggali potensi-potensi yang selama ini terpendam.

“Kalau memang ingin menekuni dunia peran, maka belajarlah untuk berakting. Dengan mengikuti kelas drama ataupun kelas acting, andaikan ingin lebih memperdalam lagi bisa belajar sinematografi. Belajar bagaimana angel (sudut-sudut) mana yang bagus, memahami kamera yang bagus apa yang digunakan. Ini penting untuk diketahui,” tukasnya.

Kesuksesan Tidak Membuat Rano Gelap Mata

Walaupun Rano telah menjadi seorang yang cukup dikenal dan memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu, namun ia tidak ingin memanfaatkan itu. Dalam kebijakan keluarga, Rano mengaku telah memberikan kebebasan untuk buah hatinya memilih yang terbaik.

“Ibarat kata, saya mempunyai capital dan capability. Saya tidak mau anak saya menjadi seperti saya. Kalau memang saya lihat dia tidak berbakat di dunia seperti yang saya tekuni tidak akan saya paksakan,” tandas bapak dua bersaudara ini.

Dia mengakui, kesibukannya dalam seni peran kadang telah menyita waktu dan pikiran. Namun, Rano tidak takut untuk menjalani kehidupan karena ada wanita cantik yang selalu mendampingi dan mengerti karakternya.

Dewi Indriati, wanita yang setia mendampingi Rano dalam mengisi waktunya, ditambah dengan sang buah hati Raka Widyarma dan Deantri Rakasiwi, membuat kehidupan Rano kian lengkap. Sadar dengan pekerjaan yang tidak tetap, Rano selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi kedua belahan jiwanya.

“‘Faktor iman akan menjadi sebuah kekuatan bagi mereka menghadapi tantangan itu,” papar artis era 70-an ini.

Dia menambahkan, agar anak-anak mendapat pendidikan agama yang memadai, Rano dan Dewi Indriati sengaja memilih menyekolahkan mereka di sekolah Islam. “Untuk lebih memperkuat ilmu agama, kita juga mengundang guru mengaji ke rumahnya,” tandasnya.

BIOGRAFI

Nama : Rano Karno
Tempat/ Tgl Lahir : Jakarta, 8 Oktober 1960
Agama : Islam
Alamat : Jalan Karang Sari VII, Lebak Bulus-Jakarta Selatan
Nama Ayah : Alm. Sukarno M Noor
Nama Ibu : Istriati Rawumali
Jumlah Keluarga :
1. Rubby Karno
2. Alm. Tino Karno
3. Rano Karno
4. Santy Karno
5. Suty Karno
6. M Nurly Karno

Nama Isteri : Dewi Indriati
Nama Anak : Raka Widyarma dan Deanti Rakasiwi
Pekerjaan : Aktor/ Wiraswasta dan Dirut PT Karnos Film

Penghargaan Film :

  1. Pemain Anak Terbaik FFI 1974 (Surabaya) dalam Film “Rio Anakku
  2. Pemain Anak Terbaik Asia Pasisfik FFA 1974 (Taiwan) dalam Film “Dimana Kau Ibu
  3. Pemain Terbaik FFI 1980 (Jakarta) dalam Film Taksi

Pengahragaan TV :

  1. Tokoh Televisi 1995
  2. Sutradara Terbaik
  3. Pemain Terbaik
  4. Sinetron Terbaik “Si Doel Anak Sekolahan

Pengalaman Organisasi :

  1. Anggota MPR Periode 1997-2002
  2. Duta Besar UNICEF untuk Indonesia Tahun 2002

Posted in Tokoh | Leave a Comment »

Rahasia Pria Sukses Bercinta

Posted by kumiang on March 12, 2008

BERHUBUNGAN seksual tidak hanya mengandalkan apa yang dilakukan di tempat tidur, tapi juga kondisi fisik dan psikis saat berhubungan seksual. Agar hubungan seks Anda menyenangkan, tak ada salahnya mengikuti beberapa tahap berikut yang dapat menaikan gairah seksual dan membuahkan hubungan “persetubuhan” yang luar biasa.

Menurut Dr Handrawan Nadesul, pengasuh rubrik kesehatan di sejumlah media, serta penulis kolom dan buku ini agar hubungan seksual optimal, kondisi badan dan jiwa harus selalu bugar.

“Pria itu sangat sensitif dengan perubahan yang terjadi dalam hidupnya, maka sebisa mungkin perhatikan kondisi psikologisnya. Jadi jangan membangun persepsi yang sangat sempurna, karena itu lakukanlah hubungan semaksimal mungkin,” tutur pria yang akrab disapa Nadesul itu saat dihubungi okezone melalui telepon genggamnya, Rabu (12/3/2008).

Menurutnya, salah satu hal yang dapat memberi perubahan terhadap kondisi seorang pria adalah karena karier. Kondisi fisik dan psikis pekerja biasanya telah lelah akibat rutinitas kesibukan sehari-hari. Maka tak heran bila banyak kasus ejakulasi dini (edi) yang sekarang ini dialami banyak orang.

“Kondisi tersebut biasanya dipicu oleh kegagalannya di karier atau studi. Sehingga ini menjadi kasus yang menghambat untuk pria dapat melakukan hubungan seksual secara normal,” ungkap pria bersahaja ini.

Masih menurut penulis buku Sehat Calon Pengantin dan Keluarga Muda, Seputar Seks dan Jurus Sehat Tanpa Ongkos itu, kesibukan kerja seringkali membuat seorang pria terkuras pada urusan kantor saja. Padahal dia memiliki libido normal, sementara kondisi fisik tidak mendukung.

Kondisi fisik dan psikis yang prima menurut pria yang telah menulis 74 judul buku itu merupakan syarat utama keberhasilan hubungan intim.

“Pria itu lebih aktif dibandingkan dengan wanita, maka kondisi fisik yang bagus dan perasaan tenang merupakan pendukung agar seks dapat berjalan baik,” jelas peraih penghargaan sebagai penulis surat kabar peduli kesehatan yang diperoleh dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2000.

Menurut Nadesul, kondisi fisik yang prima dapat diperoleh bila mengikuti irama biologis pria. Pukul 08.00 merupakan waktu yang paling tepat untuk berhubungan intim karena hormon seks sedang meningkat.

“Selama ini terdapat tradisi yang dianut banyak orang bahwa melakukan hubungan seksual hanya di malam hari. Padahal bila mengikuti jam biologis seseorang, idealnya justru pada pagi hari,” beber suami Belinda Christina, yang berprofesi sebagai dokter dan staf pengajar di salah satu Universitas swasta terkemuka di Jakarta itu.

Meski demikian, lanjut Nadesul, bukan hanya hormon saja yang mendukung kesiapan seorang pria “bertempur” di atas ranjang. Suasana romantis yang dibangun menjadi faktor lain yang menghadirkan mood bercinta.

Menurutnya lagi, yakinlah bahwa apa yang dilakukan sudah berdasarkan pada proses komunikasi efektif. Hal ini diupayakan untuk mengetahui keinginan masing-masing pasangan. Karena G-spot seseorang berbeda dengan yang lainnya.

“Persiapan kondisi pasangan perlu diperhatikan. Mulai dari kondisi vagina hingga otot-otot yang bagus, agar kegiatan seks dapat optimal,” imbuhnya.

Seluruh faktor tersebut merupakan hal-hal penting yang membuat pria merasa percaya diri agar dapat melakukan permainan cinta yang dahsyat. Bahkan, bukan tidak mungkin kaum Adam ini dapat melambungkan pasangannya hingga ke langit ke tujuh. Bagaimana, sudah melakukannya?

Posted in Lifestyle | Leave a Comment »

Purnomo: Pencopotan Kardaya Bukan Karena Salah

Posted by kumiang on March 12, 2008

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro menegaskan bahwa pergantian Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Kardaya Warnika bukan karena salah.

“Pergantian ini bukan karena dia (Kardaya) salah, tapi mungkin saja dia diperlukan di tempat lain. Semua kita lihat saja nanti,” kata Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro di sela diskusi dengan DPD, di Gedung MPR-DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/3/2008).

Seperti diketahui, Kardaya akan segera dicopot dari jabatannya. Beredar kabar, Kardaya tidak bisa bekerja, sehingga produksi minyak nasional terus menurun setiap tahunnya.

Pada 2005 total produksi minyak dan kondensat sebesar 1,060 juta barel per hari. Jumlah tersebut turun menjadi 1,007 juta barel pada 2006. Tahun lalu produksi minyak dan kondensat hanya 950 ribu barel per hari. Pada 2008 produksi minyak ditargetkan 910 ribu barel.

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

akatsuki member

Posted by kumiang on March 12, 2008

Pein

Pein

Pein

  • Membership status: Active leader
  • Ring: 零 (“nothing”, “zero”)
  • Ring position: Right thumb
  • Partner: Konan
  • First cameo: Chapter 238; Naruto Episode 135
  • First appearance: Chapter 363
  • Defining characteristics: Pupils consist of concentric circles, numerous piercings, Astral Projection.

Template:Nihongo is the leader of Akatsuki and a missing-nin from Amegakure. He is referred to as “leader” by all Akatsuki members except for his partner, who refers to him by his name. He has the respect of most of his subordinates (Hidan is an exception) and is the one directing their actions. Despite maintaining authority over the other members, he takes orders from Tobi, who is also revealed to be Madara Uchiha. During his initial appearances Pein appears as nothing more than a shadowy figure with unusual eyes, having several increasingly lighter gray circles around the pupil and a pink outline on the corners of his eyes. As the series progresses, however, elements of his appearance are slowly revealed, with both his auburn hair and the piercings on his chin being shown before the rest of his face.

Although he has not been seen in battle, the unnamed member states that Pein has never lost a fight.[7] The only jutsu he is seen using, the Template:Nihongo, allows him to clone his subordinates using human sacrifices that they control and can use to engage enemies without risking their lives. The clones formed are perfect copies of the original, even possessing the kekkei genkai and unique weapons they may possess. Their abilities are proportionate to the amount of chakra given to the clone (in its debut, he requested thirty percent). Pein also initiates and supervises the jutsu that forcibly brings a tailed beast out of its host. When it becomes necessary to gather his subordinates, he can communicate with them over long distances through some form of telepathy. Moreover, Pein has displayed the ability detect the movements and chakra of people travelling within rain.

Pein has displayed at least a cursory knowledge of the various villages, as well as the underlying political and economic conditions in the country at large. When Hidan referred to the Konoha-nin as “godless heathens,” he gave a short description of Konoha’s “Will of Fire,” then proceeded to note that all countries have some similar practice to justify their battles.[8] He is also rumored to be the leader of one of the warring factions in the Land of Rain’s current civil war, where he uses Amegakure as his base of operations.

Posted in Anime | Leave a Comment »

Parade Bunga Tomohon

Posted by kumiang on March 12, 2008

Tentu Anda pernah dengar tentang Tournament of Roses di Pasadena, California, yang ditandai dengan arak-arakan akbar bertajuk Rose Parade. Tahun 2006 ini, tidak seperti lazimnya, parade bunga itu diselenggarakan pada tanggal 2 Januari. Padahal, biasanya selalu diadakan setiap tahun pada tanggal 1 Januari. Rupanya, mereka harus mematuhi konvensi yang berbunyi “Never On Sunday” untuk menyelenggarakan arak-arakan itu.
Biasanya, warga sudah berkumpul memadati tepi jalan yang akan dilalui parade sejak sore hari tanggal 31 Desember. Mereka berkelompok sebagai keluarga atau sekumpulan teman. Mereka berkemah di lebuh-lebuh jalan, lengkap dengan makanan dan minuman untuk merayakan pergantian tahun. Bila lelah dan mengantuk, mereka tidur dalam sleeping bag yang sudah dipersiapkan. Keesokan harinya, mereka bangun, cuci muka, sarapan, dan bersiap menonton parade yang dimulai sejak pukul delapan pagi.
Ketika pertama kali saya datang ke Pasadena untuk melihat Rose Parade, dan karena saya tidak ikut “berkemah” sejak malam sebelumnya, saya mendapat tempat di belakang, sehingga sulit melihat parade yang indah itu. Tahun berikutnya, saya datang membawa tangga lipat, dan duduk di atas tangga dengan sebotol minuman dan sekantung jajanan untuk melihat parade dengan tenang.
Parade kereta berhias bunga (float) yang panjangnya bisa mencapai delapan kilometer itu bergerak ke Utara menyusuri South Orange Boulevard dari Ellis Street, belok ke Timur di Colorado Boulevard menuju Sierra Madre Boulevard, dan mengutara kembali ke Paloma Street. Ratusan ribu penonton tersebar di sepanjang lintasan.
Parade selalu didahului oleh kendaraan Grand Marshall yang biasanya dipilih dari tokoh atau artis terkenal. Di sela-sela kereta hias, marching band atau rombongan penunggang kuda yang menampilkan berbagai tema, memberi hiburan yang menyenangkan.
Tema untuk tahun 2006 ini adalah “It’s Magical”. Untuk tahun 2007 nanti, temanya pun sudah ditetapkan, yaitu: “Our Good Nature”. Rose Parade, dengan sejarahnya yang sudah berusia 117 tahun, memang merupakan acara yang terlembaga secara rapi. Untuk tahun 2007, panitia dan polisi telah membuat perkiraan sekitar satu juta orang akan tumplek bleg ke Pasadena. Bayangkan, berapa juta kaleng minuman, berapa ratus ribu hamburger, pizzas, tacos, dan berapa ratus kamar hotel yang akan menjadi ekonomi Pasadena karena penyelenggaraan acara tahunan itu?
Jangan lupa, Indonesia pun sudah sering tampil di parade bergengsi ini. Sejak keikutsertaannya yang pertama pada tahun 1991, Indonesia sudah enam kali berturut-turut memenangi Rose Parade di Pasadena itu. Anehnya, Indonesia malah tidak hadir dalam parade serupa yang menjadi acara tahunan di Singapura.
Jakarta pun Yayasan Bunga Nusantara – yayasan yang juga mewakili keikutsertaan Indonesia di Rose Parade dan membina Taman Bunga Nusantara – pernah menyelenggarakan Parade Bunga untuk merayakan Hari Proklamasi Kemerdekaan. Sayangnya, atraksi itu hanya sempat berjalan selama beberapa tahun, dan kemudian sirna setelah krisis mendera bangsa kita. Kota Bandung juga mempunyai acara tetap tahunan Parade Bunga untuk memeringati HUT Kota Kembang setiap bulan September.
Akhir Januari yang lalu, saya diundang Walikota Tomohon, Jefferson SM Rumayar, untuk menghadiri ulang tahun Kota Tomohon yang ketiga. Tomohon memang baru saja resmi menjadi kota – hasil pengembangan wilayah – sejak 25 Januari 2002. Kebetulan, menjelang Natal 2005 saya sudah sempat bertemu dengan Wakil Walikota Tomohon, Syenny Watoelangkow.
Jefferson yang masih muda dan penuh dinamika itu memang tampak semangat mem-promosi-kan Tomohon. Ia sadar benar bahwa Tomohon yang dulu dikenal sebagai Kota Pendidikan mempunyai aset yang lebih dari cukup untuk dikembangkan menjadi Kota Tujuan Wisata. Ia sangat senang karena saya pernah menulis komentar William Wongso yang mengatakan bahwa Pasar Tomohon adalah pasar tradisional yang terbaik di Indonesia. Ia malah akan memperbaiki pasar itu akan menjadi salah satu daya tarik wisata Tomohon.
Karena percaya bahwa budaya adalah alat perekat yang ampuh bagi keutuhan dan persatuan masyarakat, Jefferson juga punya program agar setiap desa di wilayah Kota Tomohon harus mempunyai satu kelompok tari maengket, satu kelompok musik bambu, dan satu kelompok musik kolintang.
Untuk memberi ciri khusus Tomohon sebagai Kota Bunga, Jefferson pun menetapkan acara Tournament of Flowers sebagai puncak peringatan hari ulang tahun Tomohon yang akan menjadi acara tetap setiap tahun. Ia tak ragu mengacu pada Pasadena’s Tournament of Roses sebagai bahan referensi. “Yang pertama ini untuk dijadikan uji coba dulu,” katanya. “Kalau nanti kami sudah cukup belajar, siapa tahu orang Minahasa yang sudah bermukim di luar negeri, dan wisatawan nusantara lainnya akan tertarik berkunjung ke Tomohon untuk melihat parade bunga ini?”
Dalam penampilan pertamanya, sejumlah 98 peserta sempat mendaftarkan diri untuk menampilkan kendaraan hias. Tetapi, karena berbagai kendala teknis, antara lain karena hujan deras yang mengguyur kota, hanya 66 floats yang tampil berparade. Menurut catatan panitia, bunga dan daun yang ditampilkan dalam parade bunga itu mencapai hampir seratus jenis.
Tomohon yang berhawa sejuk memang merupakan tempat yang cocok untuk berkebun bunga. Yang terbanyak adalah bunga lili dengan berbagai warna cerah. Menjelang Natal dan Tahun Baru, di sepanjang jalan tampak penjual bunga berbagai jenis dan warna. Kekayaan bunga juga membuat Walikota Tomohon ingin menjadikan kotanya sebagai pengekspor bunga. “Jangan lupa, Tomohon adalah kota yang sekitar tujuh puluh persen warganya adalah petani,” kata Pak Walikota yang muda dan ganteng itu.
Salah satu syarat Parade Bunga Tomohon adalah menampilkan bunga dan daun asli. Bila memakai bunga dan daun plastik, peserta akan didiskualifikasi. Sayangnya, desain yang ditampilkan masih terlalu sederhana, dan belum dieksekusi dengan baik. Kendaraan yang dipakai masih tampak “telanjang”, sehingga bunga dan daun se-olah-olah hanya merupakan tempelan belaka. Ini berbeda sekali dengan floats yang tampil di Pasadena yang merupakan flatbeds berukuran besar dan pengemudinya pun tersamar dengan rapi.
Yang juga disayangkan, sekalipun Sulawesi Utara dikenal kecantikan gadis-gadisnya, hanya ada satu kendaraan hias yang menampilkan gadis Kawanua. Padahal, di Pasadena, penampilan gadis cantik dan pemuda ganteng di atas kendaraan hias merupakan unsur penunjang yang sangat kuat. Unsur-unsur budaya lokal seperti penari maengket, musik bambu, dan musik kolintang pun absen dalam arak-arakan itu.
Untungnya ada dua kelompok marching band, dan satu kelompok equestrian (penunggang kuda) di sela-sela kendaraan berhias bunga yang silih berganti tampil melintasi panggung kehormatan.
Sebagai ujicoba yang pertama, Parade Bunga Tomohon patut diacungi jempol. Setidaknya dari segi semangat yang ditunjukkan. Kekayaan jenis bunga dan daun Tomohon jelas akan menjadi unsur penunjang yang signifikan, bila dibarengi dengan desain floats yang matang.
Dengan elemen-elemen yang dipunyainya, Ulang Tahun Tomohon jelas dapat dikemas menjadi sebuah festival budaya yang menarik banyak pengunjung. Parade Bunga Tomohon tidak perlu menjadi sebesar Pasadena’s Rose Festival. Kecilnya Kota Tomohon dan keramahan warganya justru cocok untuk menampilkan sebuah pesta rakyat yang meriah dengan Parade Bunga sebagai salah satu atraksi utama.

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

OPINI:UAN dan Kelulusan Siswa?

Posted by kumiang on February 28, 2008

    Menceramati dan memperhatikan Pendidikan di Indonesia, timbulnya suatu permasalahan yang menjadi permasalahan nasional, terutama menyangkut standar kelulusan siswa baik yang masuk SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi dan lain-lain, kelulusan Siswa tidak ditentukan oleh guru yang memantau dan mendidik serta membimbing dan membina anak didik selama 3 tahun dalam proses belajar dan mengajar, tetapi cukup ditentukan oleh Standar Ujian Nasional yang lebih dikenal dengan UN
dengan 3 materi pelajaran, sesuatu hal yang tidak logis, untuk menilai seseorang mampu dan tidak mampu hanya dari satu aspek, sedangkan intelektual yang bermoral merupakan proses yang diamati dan dinilai oleh orang yang membimbing, orang yang membina di sini peran guru dikebirikan.
Sesuai UU No.20 Tahun 2003, tentang sistem Pendidikan Nasional Bab XVI pasal 57 ayat (2) evaluasi dilakukan kepada peserta didik, lembaga, dan program pendidikan pada jalur formal dan informal untuk semua jenjang, satuan dan jenis pendidikan, sedangkan pasal 58 ayat (1) evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh Pendidik untuk memantau proses kemampuan dah perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan dan pasal 1 ayat (17) standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistim pendidikan di seluruh wilayah NKRI.
Di sinilah permasalahan Pendidikan di Indonesia, yang memunculkan beberapa pertanyaan terhadap kelulusan siswa antara lain (1) Kelulusan hanya ditentukan oleh 3 materi Ujian Nasional, sedangkan, materi lain dan keaktifan serta intelektual lainnya tidak dinilai, akan memunculkan materi lain dianggap tidak perlu, sedangkan materi lain tersebut merupakan faktor penting dalam menumbuh kembangkan intelektualitas yang bermoral dalam mencapai tujuan pendidikan nasioanal sebagai mana amanat pembukaan UUD 1945; (2) sesuai pasal 57 ayat 1 dan pasal 1 ayat (17) sudahkah dilakukan pemantuan terhadap kelayakan proses pendidikan untuk mengacu standar Nasional pendidikan, hasil akhir bermuara kepada peserta didik terutama menyangkut sandar kebutuhan minimal secara komprehensif dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal lembaga pendidikan tersebut antara 1. Sarana dan parasana Pendidikan, 2. Pendidik, 3. Penerimaan arus informasi dan buku 4. lingkungan pendidikan, 5.Peran serata masyarakat 6. dll.
Sesuai pasal 58 ayat (1) UU No.20 Tahun 2003 yang mengavaluasi dan memantau proses intelektual anak didik adalah pendidik, jelas kontribusi dan peran guru dalam penentuan kelulusan anak didik sangat penting dan besar, karena sang pahlawan tanpa tanda jasa yang melihat, mendidik, membina mental dan intelektual anak didik selama berada di lembaga pendidikan terkesan di kebirikan. Pasal 35 ayat (1) dalam penjelasan ?kompetensi kelulusan adalah merupakan kualifikasi kemampauan kelulusan yang mencakup sikap, pengetahuan dan ketrampilan?, di sini jelas bahwa kelulusan tidak bisa ditentukan oleh 3 materi ujian nasional, karena sikap, kemampuan dan ketrampilan yang hanya diketahui oleh Pendidik/guru tidak dinilai oleh Ujian Nasional, kembali lagi peran pendidik dikebirikan. Pasal 37 materi wajib yang harus diakomodir dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah memuat Pendidikan Agama, PKN, Bahasa, Matematika, IPA, IPS, Seni dan Budaya Penjas, Ketarmpilan dan jasa, muatan local, kata ? wajib? merupakan suatu bentuk yang wajib diajarkan kepada anak didik, konsekwenasinya materi tersebut menjadi indicator sebuah kelulusan anak didik, kenyataan hanya 3 materi yang menjadi indikator kelulusan nasional.
Bahwa kondisi bangunan sekolah dan pendidikan nasional di Indonesia belum bisa distandarisasikan, karena bangunan yang sudah tidak layak, kinerja guru perlu ditingkatkan, konsekwensi motivasi guru sebagai pendidik perlu ditingkatkan, baik gaji/tunjangan, pendidikan, sarana dll, geografis dan budaya, arus informasi dll.
Sehingga standarisasi harusnya melalui perlakuan dan penilaian yang sama dalam semua aspek, kenyataan aspek-aspek belum standar, sehingga standar nasional belum bisa dilaksanakan, namun pihak Diknas melalui proses harus melengkapi semua persyaratan yang diamanatkan oleh UU, baik sarana maupun prasarana serta ketentuan operasional serta proses sosialisasi. Kenyataan dan fakta tersebut, bahwa Ujian Nasional bertentangan dengan UU No. 20 Tahun 2003, yang membawa dampak pada pembodohan bangsa, dan bertentangan dengan amanat pembukaan UUD 1945.
Berdasarkan UUNo.14 Tahun 2005, tentang Guru dan Dosen yang menyatakan bahwa salah satu hak guru dan dosen memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukkan kelulusan, jelas dalam UU ini, yang memberikan penilaian objectif terhadap kelulusan anak didik adalah guru. sedangkan UN peran-peran guru tidak ada, ini menyatakan bahwa UN bertentangan dengan UU No. 14 tahun 2005, di mana Pemerintah dalam hal ini Kementerian DIKNAS penginterpensi lembaga pendidikan atau mengambil hak pedagogis sang pahlawan tanpa tanda jasa. Profesi guru, dalam penyelengaraan UN tidak dihargai sebagai suatu tugas mulia untuk mencerdaskan bangsa.
Kalau kita lihat fakta yang faktual, justru kota-kota dengan standar minimal telah terpenuhi baik sarana dan prasarana, pendidik, arus informasi yang banyak menderita akibat ujian nasional, pertanyaan Sadarkah Bapak Menteri Pendidikan nasional dan jajarannya, dengan kondisi ini? Dampak lain, siswa yang berasal dari ekonomi kurang mampu dan lulus dengan standar nasional, namun belum bisa melanjutkan ke pendidikan lebih tinggi, karena NEM yang belum memenuhi standar penerimaan di Sekolah yang lebih tinggi, tidak bisa melanjutkan, tetapi siswa yang berasal dari ekonomi mampu bisa melanjutkan ke sekolah lain terutama swasta dengan biaya tinggi, di samping itu, bagaimana dengan siswa yang belum bisa ditampung pada seleksi PSB dan SPMB tahun 2006/2007, sekolah swasta dengan biaya tinggi, tentunya menjadi permasalahan, bukan karena tidak mampu secara akademis, tetapi sistim yang dibuat membuat mereka tidak mampu, bahkan banyak siswa yang telah dinyatakan lulus jalur PMDK, dan beasiswa ke Luar Negeri tetapi tidak lulus UN, kenyataan ini indikasi memperkuat ?bahwa orang miskin dilarang pintar??

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

global warming is not a disaster

Posted by kumiang on February 28, 2008

Meningkatnya suhu bumi mungkin tidak perlu ditakuti. Peneliti iklim Amerika Richard Lindzen melihat sisi positifnya.

    Salah satu hal yang diteliti oleh Richard Lidzen di kantornya di Intitut Teknologi Massachusett, Boston, adalah pengaruh awan dan uap air terhadap iklim. Karena faktor-faktor ini juga mempengaruhi suhu global, demikian dijelaskan guru besar di institut Meteorologi ini. Tetapi bagaimana persisnya belum dapat diterangkan, sehingga belum dapat dimasukkan ke model prakiraan pemanasan bumi secara drastis.
Kritik utama Lindzen atas peringatan bencama iklim global: “Baru-baru ini contohnya, mereka menemukan di Jepang dan juga di Eropa, bahwa model-model iklim mengenai prakiraan meningkatnya pemanasan bumi nyaris tidak tepat. Karena jika orang menggunakan model-model tersebut untuk prakiraan cuaca dalam jangka waktu beberapa jam atau hari model ini tidak berfungsi lagi. Modelnya langsung runtuh.”
Kesimpulan Lindzen adalah, prakiraan bahwa suhu bumi rata-rata akan naik sebanyak dua sampai 4,5 derajat celcius terlalu tinggi. Menurut hitungannya, suhu bumi hanya akan naik sebanyak 0,5 derajat celcius, jika kandungan CO2 di atmosfir meningkat dua kali lipat. Dan ini bukanlah sebuah bencana, lanjut Lindzen. Ini merupakan sebuah keuntungan.
“Setiap kali suhu bumi meningkat, wabah menjadi lebih sedikit, bahaya kelaparan semakin menurun dan secara umum kemakmuran akan naik. Abad pertengahan di Eropa merupakan contoh yang baik untuk ini. Peneliti iklim menyebut periode-periode yang lebih hangat di masa lalu, dan sebagian sangat hangat, sebagai iklim yang optimal. Baru baru ini saja kita mengembangkan rasa takut akan suhu yang lebih hangat.
Kecuali kalau orang mau pensiun. Pada saat itu, orang ingin pindah ke tempat yang hangat.”
    Pria berusia 67 tahun ini bukan hanya menertawakan hal ini saja. Namun begitu pilihan kata-katanya sangat sopan. Menurutnya fenomena alam sangatlah rumit dan tidak dapat dijelaskan dengan sederhana. Menurutnya, banyak orang tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Contohnya ketika orang memberikan penghargaan Nobel kepada Al Gore dan Konvensi Iklim PBB.
    “Komite penghargaan Nobel Norwegia terdiri dari 5 politisi Norwegia, Saya tidak akan percaya jika menyangkut penilaian ilmu pengetahuan. Dan mengenai politik: beberapa tahun terakhir telah menunjukkan, bahwa para politisi terutama mempunyai satu tujuan: membuat kesal George W. Bush. Menurut saya, ini tidak pantas untuk dilakukan sebuah komite, ini tidak memberikan kontribusi bagi perdamaian dunia dan ini perbuatan bodoh. Semua yang mereka lakukan ini merendahkan penghargaan Nobel.”Dalam debat mengenai pemanasan global, semua pihak mencoba untuk mengambil keuntungan, lanjut Lindzen. Contohnya organisasi pelindung lingkungan hidup yang melihat hal ini sebagai kesempatan baik untuk mengumpulkan dana. Tetapi Menurut Lindzen, ini semua bukanlah sebuah komplotan, melainkan kepentingan banyak pihak yang tanpa diketahui mempunyai tujuan yang sama. Seperti negara-negara industri yang tidak ingin membiarkan negara-negara berkembang mendekati standar hidup mereka, sehingga industri di negara tersebut dihambat atas nama perlindungan iklim.

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.